Sabtu, 21 Mei 2011

cara untuk releksasi dengan cepat

PROSES RELEKSASI PROGRESIF

Proses releksasi progresif sederhana saja, namun sekalipun sederhana perlu dilakukan secara kongruen.

1. Untuk awal dan membiasakan diri Anda dapat menggunakan musik yang membantu rileks, seperti musik klasik bertempo barok, atau musik new age yang menenangkan pikiran. Anda boleh juga menggunakan bau-bauan harus seperti aromatherapy dan sebagainya. Kedua hal di atas hanya alat bantu saja, tidak wajib. Keduanya dipakai untuk menstimulasi indra telinga dan indra hidung agar juga memberikan informasi rileks kepada pikiran.
2. Proses dimulai dengan posisi tidur (atau duduk bersandar), gunakan pakaian kendor dan kendorkan semua pakaian yang melekat, terutama pakaian dalam. Di tahap awal ini Anda harus hati-hati sekali, jangan sampai pengendoran pakaian ini mengendorkan niat Anda untuk rileksasi malah kemudian melakukan “rekreasi” dengan pasangan Anda… Hehehe
3. Lanjutkan dengan menyadari keberadaan jari-jari kaki satu persatu, mulai dari jempol kaki kanan atau kiri. Lakukan dengan sabar dan rileks. Hindari terburu-buru.
4. Sadari perasaan apa yang ada di kulit jari kaki Anda, sadari persentuhan kulit jari-jari kaki dengan kasur atau benda lain yang menempel. Sadari keberadaan daging, otot dan tulang yang ada di dalamnya.
5. Kemudian dengan suara yang rrrrrriiiiiiileeeeeeeeeeeekks, katakan dalam hati “Wahai jari jempolkaki kananku, saya ingin kamu riiiiiilllllleeeeeeeeks”. Sambil mengatakan demikian, dengan sengaja Anda mengendurkan semua otot, kulit di jempol kaki kanan Anda. Waktu mengatakan rrrrrrrrrilllllleeeeeeeks, katakan dengan nada mengantuuuuuk, panjaaaaaaaaang dan suara yang memang riiiiiiileeeeeeeeeeeeks.
6. Saat melakukan proses itu, bayangkan otot Anda mengendur…, atau sambil membayangkan hal-hal yang membuat Anda senang dan rileeeks, bebas apa saja…, sepanjang cocok dengan Anda.
7. Kemudian lanjutkan dengan jari-jari kaki Anda yang lain, satu persatu. Lanjutkan ke atas, punggung kaki, pergelangan kaki, betis bawah, betis atas, lutut, belakang lutut dan seterusnya sampai ke kulit kepala Anda.
8. Lakukan semuanya dengan santai dan tidak terburu-buru. Serta dengan sengaja , menggunakan suara internal (self talk) yang santaiiii dan pelan (tidak pelu monoton, bahkan usahakan bernada ngantuuuuuuuk).
9. Setelah semuanya rileks, kemudian bayangkan sebuah es batu ditempelkan di kening Anda, dan dengan sengaja rasakan suatu perasaan dingin di kening, dan berimbas ke pada otak menjadi ikut dingin. Ingat perasaan dingin ini disengaja, bukan datang sendiri. Rasa dingin ini akan muncul setelah Anda meyakini bahwa memang ada es batu yang ditempelkan di kening Anda.
10. Setelah rasa dingin mengimbas ke otak, katakan pada otak agar supaya frekuensi gelombang otak menurun ke bawah menjadi lebih perlahaaaan…
11. Biasanya di tahap ini akan muncul sensasi melayang dan nafas bisa berpindah ke mulut. Ikuti saja, jangan dilawan…
12. Afirmasikan, “Seluruh tubuh dan otakku sudah rileks, sedangkan pikiranku terjaga dengan sempurna“.
13. Pertahankan kondisi ini cukup lama. Dalam kondisi ini akan terjadi beberapa kemungkinan :
1. Anda akan masuk kondisi hypnogogik (hypnotic state yang Anda sadari dan bisa di-utilisasi)
2. Anda akan masuk ke kondisi tidur dan kemudian menyadari mimpi Anda (lucid dreaming). Anda mimpi dan Anda sadar bahwa Anda sedang bermimpi.
3. Beberapa dapat mengalami OOBE (Out Of Body Experience)
14. Apapun yang Anda alami rileks saja, ikuti, semuanya baik-baik saja. Namun dalam tulisan ini kita hanya akan fokus di kondisi pertama saja.
15. Saat masuk ke kondisi ini, Anda lantas dapat membayangkan dan mengafirmasikan proses rejuvenation (peremajaan diri), kulit, daging, tulang, otot, dll. Anda boleh mengkombinasikan proses ini dengan energy apa saja, sepanjang Anda meyakini hal itu positif. Jika diinginkan, Anda juga boleh mengkombinasikan dengan penggunaan warna, seperti warna kuning keemasan, untuk memperkuat dan mempercepat proses peremajaan diri.
16. Jika Anda sudah masuk kondisi paling rileks dan pw (posisi wuenak), maka Anda boleh membuat Anchor di sini. Anchor ini akan Anda pakai nanti saat Anda membutuhkannya di lain waktu, misal saat Anda sakit gigi, cara anchor anda bayangkan gambar atau kata ,atau simbol yang dapat mengingat kondisi atau sensasi releks saat anda latihan ini , buat anchor pada saat anda pada kondisi benar benar rileks.
17. Jika Anda sudah selesai, Anda boleh melanjutkannya dengan membiarkan diri Anda tertidur, atau boleh bangun dengan perlahan-lahan…

Latihlah dengan sering, dan semakin sering dilatih, maka semakin mudah Anda mencapai kondisi ini. Akhirnya hanya dengan sekedipan mata Anda sudah masuk ke kondisi mengasyikan itu. Cukup dengan memicu anchor Anda tadi, maka Anda akan masuk ke kondisi itu…


Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua sobat setia vitanin sukses ,untuk releksasi dan membuat tubuh nyaman disetiap saat sobat setia butuhkan . Salam

Selasa, 10 Mei 2011

Cara kerja LOA dan kekuatan pikiran

“Pikiran utama atau sikap mental adalah magnet, dan hukumnya adalah kemiripan
menarik kemiripan. Jadi, sikap mental akan menarik kondisi-kondisi yang selaras dengan
sifat sikap mental tersebut.”


Pikiran bersifat magnetis, dan pikiran memiliki frekuensi. Selama Anda berpikir, pikiranpikiran
itu dikirim ke Semesta, dan pikiran-pikiran itu akan menarik semua hal serupa
yang berada di frekuensi yang sama. Segala sesuatu yang dikirim ke luar akan kembali ke
sumbernya. Dan sumber itu adalah Anda.
Bayangkanlah seperti ini: kita mengerti bahwa sebuah menara suar stasiun televisi
memancarkan siaran melalui suatu frekuensi, yang kemudian diubah menjadi gambargambar
di televisi Anda. Sebagian besar dari kita tidak sungguh-sungguh memahami cara
kerjanya, tetapi kita tahu bahwa setiap saluran memiliki sebuah frekuensi, dan ketika kita
memasuki frekuensi itu, kita melihat gambar-gambar di televisi kita. Kita memilih
frekuensi dengan memilih saluran, dan dengan demikian kita menerima gambar-gambar
yang disiarkan di saluran itu. Jika kita ingin melihat gambar-gambar lain di televisi kita,
kita mengubah saluran dan memasuki frekuensi yang baru.
Anda adalah menara suar manusia, dan daya Anda lebih kuat daripada semua
menara televisi yang pernah diciptakan di dunia. Anda adalah menara suar yang paling
kuat di Semesta. Pancaran Anda menciptakan kehidupan Anda dan menciptakan dunia.
Frekuensi yang Anda pancarkan menggapai lebih jauh dari kota, negara, dan dunia.
Frekuensi itu bergetar di seluruh Semesta. Dan Anda memancarkan frekuensi itu dengan
pikiran-pikiran Anda!
Gambar-gambar yang Anda terima dari penyiaran pikiran Anda bukanlah di
televisi ruang keluarga Anda, tetapi gambar-gambar itu adalah gambar-gambar hidup
Anda! Pikiran-pikiran Anda menciptakan frekuensi. Pikiran menarik hal-hal yang serupa
di frekuensi itu, dan kemudian disiarkan kembali ke Anda sebagai gambar-gambar
kehidupan Anda. Jika Anda ingin mengubah sesuatu dalam hidup Anda, ubahlah saluran
dan ubahlah frekuensi dengan mengubah pikiran-pikiran Anda.

“Getaran dari kekuatan mental adalah kekuatan yang paling halus, dan akibatnya paling
berdaya dari segala yang ada.”

Selasa, 03 Mei 2011

Merelese or how to quickly release negative emotions

Sharing our loyal pal today I wanted to share techniques or how to release negative emotions quickly, learn how the following may be useful for us all.


This technique was discovered by Lester Levenson, and popularized by his student named Hale Dwoskin. Tehniknya very simple, just ask yourself three questions over and over again until the negative emotions loose. Although simple, but very effective and its use is very broad. For details on how the Sedona Method can read a book published by the horizon Press.

Questions are:
Can we?
Will?
When?

How:
Imagine or feel an emotion that you want to lose. For example, anxiety. Then ...

1. Ask yourself, "Could I let go of this anxiety?

Whatever the answer is either yes or no, continue on the following questions:

2. "Would I let go of this anxiety?"

3. "When?"

If you answered no to both questions, then ask these additional questions:
2a. "Am I more comfortable holding this anxiety or more convenient if it off?"
If the answer is, "Yes, more comfortable removing dong."

Then repeat the second question. "So let go of this feeling?"
Then after you agree, continue with the third question, "When?"

The core of this technique is to allow negative emotions that come, then decided to take it off. In other words guide the subconscious to want to release negative emotions that disturb us. This technique is suitable mainly for people who type auditory.

In its development, this technique also can be used to help the healing process, lose weight, improve financial etc.

Sometimes it takes several attempts, until the negative emotions that we want to eliminate it completely disappeared. There is a story of a friend who should go back and forth repeatedly asked himself for not also release negative emotions. At the time he always said no from the first two questions, and doubts on the third question. Something like this:

"Can I remove this feeling?"
"Ga can, I really hurt."

"Would I release these feelings?"
"Ga willing, this feeling would go ga!"

"To be more comfortable where, letting these feelings continue or remove it go?"
"Yes more comfortable off go dong, but it was hard!"

"If so want to release these feelings?"
"Yes way! But hard!"

"But would not it?"
"Yes way!"

"When?"
"Ngg ... ga know, as soon as possible aja deh."

"Soon it when?"
"Yes this was possible now!"

"So you can take it off?"
"Yes."

"You want to take it off?"
"Yes."

"When?"
"Now!"

And all the negative emotions we would be lost, may we live happily and successfully without negative emotions and we can live in peace and abundance.

cara untuk merelese atau melepas emosi negatif dengan cepat

Sobat setia sharing kita pada hari ini saya ingin bagikan teknik atau cara melepas emosi negatif dengan cepat,pelajari caranya dibawah ini semoga berguna bagi kita semua .


Tehnik ini ditemukan oleh Lester Levenson, dan dipopulerkan oleh muridnya yang bernama Hale Dwoskin. Tehniknya sangat simple, hanya mengajukan tiga pertanyaan pada diri sendiri secara berulang-ulang hingga emosi negatif lepas. Walaupun simple, tapi sangat efektif dan penggunaannya pun sangat luas. Untuk detailnya bisa baca buku Sedona Method yang diterbitkan oleh Ufuk Press.

Pertanyaan yang dimaksud adalah:
Bisakah?
Maukah?
Kapan?

Caranya:
Bayangkan atau rasakan satu emosi yang ingin anda hilangkan. Misalnya rasa cemas. Kemudian...

1. Tanyakan pada diri sendiri, "Bisakah saya melepaskan rasa cemas ini?

Apapun jawabannya baik ya atau tidak, lanjutkan pada pertanyaan berikut:

2. "Maukah saya melepaskan rasa cemas ini?"

3. "Kapan?"

Seandainya anda menjawab tidak pada pertanyaan kedua, maka ajukan pertanyaan tambahan ini:
2a. "Apakah saya lebih nyaman menahan perasaan cemas ini atau lebih nyaman jika melepasnya?"
Jika jawabannya, "Ya, lebih nyaman melepas dong."

Maka ulangi lagi pertanyaan kedua. "Jadi mau melepas perasaan ini?"
Lalu setelah anda setuju, lanjutkan dengan pertanyaan ketiga, "Kapan?"

Inti dari tehnik ini adalah mengizinkan emosi negatif itu datang, lalu memutuskan untuk melepasnya. Dengan kata lain menuntun bawah sadar hingga mau melepas emosi negatif yang mengganggu kita. Tehnik ini sangat cocok terutama untuk orang yang bertipe auditori.

Dalam pengembangannya, tehnik ini juga dapat digunakan untuk membantu proses penyembuhan penyakit, menurunkan berat badan, meningkatkan finansial dll.

Terkadang dibutuhkan beberapa kali pengulangan sampai emosi negatif yang ingin kita hilangkan itu benar-benar hilang. Ada cerita seorang teman yang harus bolak-balik berulang kali bertanya pada dirinya sendiri karena tak mau juga melepas emosi negatifnya. Ketika itu dia selalu menjawab tidak dari dua pertanyaan pertama, dan ragu pada pertanyaan ketiga. Kira-kira seperti ini:

"Bisakah saya melepas perasaan ini?"
"Ga bisa, saya sakit hati banget."

"Maukah saya melepas perasaan ini?"
"Ga mau, perasaan ini ga mau pergi!"

"Terus lebih nyaman mana, membiarkan perasaan ini terus atau melepasnya pergi?"
"Ya lebih nyaman melepas pergi dong, tapi susah!"

"Kalau gitu mau melepas perasaan ini?"
"Iya mau! Tapi susah!"

"Tapi mau kan?"
"Iya mau!"

"Kapan?"
"Ngg...ga tahu, secepatnya aja deh."

"Secepatnya itu kapan?"
"Ya kalo bisa sekarang!"

"Jadi kamu bisa melepasnya?"
"Iya."

"Kamu mau melepasnya?"
"Ya."

"Kapan?"
"Sekarang!"

Dan semua emosi negatif kita pasti hilang, semoga kita hidup bahagia dan sukses tanpa emosi negatif serta kita dapat hidup damai dan berkelimpahan .