Sabtu, 14 Maret 2015

Mensyukuri nikmat dan menikmati syukur

Fungsi utama dari bersyukur adalah agar kita betul-betul merasa tenang, bahagia, dan sukses dikarenakan Allah telah memberikan kenikmatan yang luar bidahsyat dalam kehidupan kita.


Orang yang besyukur hatinya lapang, wajahnya cerah, pikirannya terbuka, motivasinya tinggi, ibadahnya khusyu, hidupnya banyak memberikan inspirasi bagi dirinya dan semesta di sekitarnya.Kalaulah kita hari ini mengaku sudah bersyukur tapi masih sering stress, mudah marah, cepat khawatir, takut kehilangan, dan perasaan negatif lainnya, berarti TEKNIK BERSYUKUR kita masih perlu diperbaiki. Katanya sudah bersyukur, lha kok masih stress saban hari? :D


Bukankah di Al-Quran dikatakan "Kalau kalian bersyukur pasti akan Aku tambah nikmat bagi kalian, kalau kalian kufur (tidak bersyukur) maka azabKU sangatlah pedih". Dan, lambang dari azab yang pedih itu adalah hadirnya stress yang istiqomah dalam kehidupan kita....Nah, apa betul kita ini sudah bersyukur?Kalau sudah bersyukur, lalu kenapa masih sering stress?


Contoh, kita mendapatkan sebuah proyek yang kita anggap nilainya 10 juta, tapi ternyata setelah proyek itu selesai kita hanya mendapatkan uang senilai 3 juta. Lalu kita berusaha untuk bersyukur dengan kalimat "Alhamdulillaaah, masih dapet 3 juta, masih untung ada proyek.. alhamdulillah deh" ... tapi ternyata hati kita belum tentu bersyukur sesuai dengan ucapan yang kita katakan. Hati kita masih saja bertanya dan kesal "kenapa hanya 3 juta? apa salah saya?". Nah, inilah salah satu kesalahan bersyukur... Bersyukur itu seharusnya nikmat sehingga menambah kenikmatan yang ada. Istilahnya : Mensyukuri nikmat dengan cara menikmati syukur itu sendiri...


Contoh lain, misalnya Anda pada faktanya memiliki rumah yang kecil dan sempit, lalu Anda bersyukur dalam kalimat, "Ya Allah, terimakasih atas  rumah yang telah engkau berikan ini, walau sempit dan pengap, saya tetap bersyukur". Nah, apakah setelah Anda mengucapkan rasa syukur itu hati Anda menjadi lapang?


Ternyata, KUNCI dari mensyukuri nikmat adalah menikmati syukur.


Nikmat itu tidak harus dikaitkan dengan fakta yang ada, tapi kenikmatan sejati bisa melampaui sang fakta. Fakta itu terbatas, sedangkan nikmat itu tak terbatas.

Fa biayyi aalaa-i robbikumaa tukadz-dzibaan?

Nikmat dari Rabmu yang mana lagikah yang kalian dustakan? 


Kalau faktanya rumah kita kecil, maka lampauilah fakta itu, dan bersyukurlah, "Ya Allah, terimakasih atas rumah yang besar, bertingkat, luas, dan indah ini".Bukankah fakta itu di luar, sedangkan persepsi itu di dalam? Bukankah persepsi lebih penting dari pada fakta yang menipu? Bukankah dunia ini kesenangan yang menipu? Bukankah yang di dalam itu realita dan yang di luar itu hanya ilusi? Bukankah yang kelak Anda pertanggungjawabkan di hadapan Allah adalah apa yang ada di dalam diri Anda dan bukan apa yang ada di luar diri Anda?

Itu sebabnya, teruslah tetap dalam awareness yang dalam. Dan tetaplah bersyukur dalam sikap yang "melampaui fakta" yang ada, walaupun fakta yang hadir sangat tidak indah atau bahkan sudah begitu sangat indahnya.Jangan batasi diri kita dalam fakta indrawi, sebab semua keindahan dan kesulitan dunia adalah fana.So, tidak perlu menunggu nikmat baru bersyukur, tapi bersyukurlah senantiasa maka ALLAH akan menambahkan nikmat itu pada diri kita. 
Sahabatku, Ketika kita sedang melatih Pikiran dan Perasaan dalam bersyukur yang berkualitas nikmat, maka tak perlu heran jika setiap hari latihan bersyukur yang dilakukan sepertinya semakin tidak mudah. Sebab dibenturkan oleh berbagai fakta yang sulit untuk disyukuri.Mari luaskan persepsi Anda, positifkan persepsi Anda, maka Anda akan betul-betul menikmati yang namanya bersyukur. Tenggelam dalam kenikmatan syukur kepada-Nya...

"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Q.S. 57:20)

Salam Syukur Melampaui Fakta.

Wallahu a'lam

KZ

Sumber  :www.cahaya-semesta.com

Produk keren  :


Selasa, 10 Maret 2015

cara menumbuhkan kepercayaan diri setiap saat






Percaya diri (Self Confidence) dapat diartikan sebagai suatu paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi sesuatu. Anda bisa melihat tingkat kepercayaan diri seseorang dari sikapnya melakukan sesuatu. Keyakinan yang tinggi membuat orang persikap sangat percaya diri.

Lantas seberapa penting keparcayaan diri itu dalam kehidupan sehari-hari?
Barangkali bukan saya yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Tapi diri anda sendiri.
Coba bayangkan jika anda melakukan hal yang menurut anda itu hal yang tidak mungkin anda lakukan. Apakah anda akan melakukannya dengan sepenuh hati? apakah anda akan mejalankannya dengan seluruh kemampuan anda? Mungkin jawaban anda "Tidak". Jadi saya rasa anda sudah mengerti pentingnya rasa percaya diri itu dalam diri kita.

Bagaimanakah cara agar kita bisa percaya diri setiap hari?

Ok. Disini akan saya bahas caranya. Tapi sebelumnya, perlu anda ketahui beberapa hal yang menyebabkan orang tidak percaya diri dan anda harus menghindarinya.
1. Membandingkan dengan oranglain. Tidak jarang orang yang merasa bahwa orang lain lebih baik dari dirinya.
2. Pengkondisian dimasa kecil. Setiap orang mempunyai kenangan masa lalu. Tapi jangan sampai kenangan buruk menjadi bayangan hitam masa kini.
3. Pengaruh perkataan orang lain yang mengatakan tentang kekurangan anda. Harusnya anda bisa lebih mantap dan koreksi diri untuk menjadi lebih baik.
4. Kegagalan dimasa lalu. Ingat.. Orang gagal itu biasa, tapi orang yang mau terus mencoba adalah LUAR BIASA.

Jadi sebisa mungkin anda menjauhi hal-hal yang mengakibatkan seseorang menjadi tidak percaya diri.

Berikut ini adalah cara-cara agar kita bisa menumbuhkan kepercayaan diri kita setiap hari agar apapun yang kita lakukan menjadi lebih mantap dan jadi diri kita seutuhnya.

1. Buat diri anda nyaman. Bisa dari cara berpakaian anda maupun hal-hal yang bisa membuat diri anda nyaman.
2. Berfikirlah hal-hal positif dan rasakan energi positif disekitar anda menjadi kekuatan anda. Berfikirlah apa yang akan anda lakukan adalah baik.
3. Tunjukkan mental terbaik anda. Teriaklah jika perlu untuk membangkitkan mental terbaik anda. Bahwa anda bisa.
4. Kurangi bilang "tapi". Mungkin anda sering mengatakannya. Misal anda mengatakan "Saya ingin sukses, tapi..saya hanya orang biasa". "Saya ingin berhasil, tapi..saya bla..bla..bla..". Kata "tapi" membuat anda yang semula hendak maju, kembali mundur. Tapi membuat anda terbiasa membuat alasan dan tidak melakukan ACTION!.
5. Temukan hal yang anda takuti dan lawan. Karena rasa takut itulah yang akan membuat anda selalu 'minder'. Cari apa yang selama ini menjadi bayangan anda dan kalahkan itu.
6. Jangan menunda jika itu baik. Penundaan menimbulkan ketakutan. Semakin sering anda menunda, ketakutan itu akan kian menggumpal dan pikiran anda mulai mencari-cari alasan bahwa penundaan yang anda lakukan itu benar. Padahal, semakin lama anda menunda berarti semakin lama anda membiarkan diri anda tidak meningkatkan kualitas diri.
7. Ingatlah momen-momen ketika anda sangat "PD". Apapun itu, hal yang bisa membuat anda sangat percaya diri. Coba ingat-ingat kapan anda merasa begitu percaya diri sehingga tangan anda tidak gemetaran dan tidak ada keringat dingin mengucur dari kening anda? Saat itu anda bicara dengan lancar dan lawan bicara anda bisa merasakan rasa percaya diri anda.
8. Buatlah pernyataan dalam present tense. Buatlah sebuah kalimat yang menyatakan bahwa anda bisa. Misal seperti "Saya yakin, saya bisa sukses". "Saya pasti bisa mendapatkan uang dari internet",dan sebagainya.
9. Baca minimal 1x sehari. Karena dengan menanamkan kalimat tersebut kedalam otak anda, maka secara otomatis akan merangsang semangat anda.

Hidup yang lebih baik adalah melakukan lebih baik dari hari kemarin; Melakukan hal yang belum bisa menjadi bisa kita lakukan. Menjadi diri sendiri seutuhnya akan membuat kita menjadi pribadi yang mantap.

Cukup 9 cara dari saya, silakan ditambahakan dikolom komentar jika ada tambahan. Bagaimana menurut anda?





Produk keren :